Monday, 5 December 2016

Berkarya Tanpa Batas Dengan nextwapblog.com

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Hay teman-teman, apa kabar hari ini ( Alhamdulillah baik, sehat, luar biasa Allahu Akbar ) itulah jawaban dari pertanyaan yang sering disampaikan oleh guru saya..hehe
kontes seo
Pada hari ini saya akan sidikit membagikan informasi tentang
kontes SEO yang diadakan oleh blog builder asal Indonesia yaitu NextWapBlog.com.

Tujuan dari di adakannya kontes SEO ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas khususnya para blogger, bahwa NextWapBlog.com. hadir dengan fitur yang banyak dan tentu sangat mendukung kegiatan ngeblog teman-teman sekalian.

Nextwapblog.com hadir dengan fitur yang paling banyak di cari para blogger yaitu dapat dikelola melalui handphone, karena saat ini kebanyakan para pencari informasi menggunakan handphone.

Selain itu, nextwapblog.com juga memperhatikan keadaan para blogger indonesia bahwa tidak semua blogger dapat mengelola blog melalu komputer, jadi ini sangat membantu sekali buat teman-teman yang melakukan aktivitas blogging melalui handphone seperti saya ini.

Pada kontes SEO perdananya kali ini nextwapblog.com mengusung tema "Berkarya Tanpa Batas Dengan NextWapBlog.com." Dimana diharapkan para blogger Indonesia bisa berkarya dengan bebas dengan blog builder nextwapblog.com.

Untuk informasi selanjutnya silahkan teman-teman lihat pada artikel kontes saya Berkarya Tanpa Batas Dengan NextWapBlog.com

Mungkin cukup sekian dulu perjumpaan kita pada hari ini, jangan lupa dilihat artikelnya ya..hehe

Keyword: Berkarya Tanpa Batas Dengan nextwapblog.com, blog builder indonesia, njungok nextwapblog com

Wassalamm'ualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Monday, 21 November 2016

Pengertian Akhlak Tercela

Akhlak tercela artinya sikap atau perilaku buruk yang dimiliki oleh seseorang. Jika perilaku buruk tersebut tidak dikendalikan maka akan merugikan banyak orang dab akibatnya rusaklah sebuah kehidupan bermasyarakat.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya:
Dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah saw., bersabda "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak." (H.R Ahmad)
 
Hadits tersebut menggambarkan bahwa akhlak terpuji itulah yang pertama kali dibawa oleh Rasulullah dalam dakwahnya. Oleh karena itu, kalian harus mempraktekkan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela.
 

KISAH AKHLAK TERCELA SA'LABAH

Pada suatu haru seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang kepada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yang dialaminya. Sa'labah, nama sahabat tersebut.Sa'labah memohon kepada Nabi untuk berdoa supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya.

Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Sa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun, Sa'labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan alasan yang sampai kini masih sering kita dengar, "Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan sedekah kepada setiap orang yang berhak menerimanya?."

Nabi kemudian mendo'akan Sa'labah. Nabi menyerahkan ternak kepada Sa'labah. Dari waktu ke waktu ternak Sa'labah berkembang dengan pesat sehingga ia harus membangun peternakannya agak jauh dari Madinah. Seperti diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri sholat jamaah bersama Rasulullah di siang hari. Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak, sehingga semakin sibuk pula Sa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjamaah bersama Rasulullah. Bahkan menghadiri sholat jum'at dan sholat jenazah pun tak bisa dilakukan lagi.

Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Sa'labah. Sayang sekali, Sa'labah menolaknya mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak melaporkan kasus Sa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau, "Celakalah Sa'labah!!!"

Nabi murka dan Allah pun murka! Saat itu turunlah Q.S At-Taubat ayat 75-78 sebagai berikut yang artinya:
"Dan diantara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kamu, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kamu termasuk orang-orang ayng saleh. Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling dan selalu menentang (kebenaran). Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?" (Q.S. At-Taubat[9]:75-78)

Sa'labah mendengar ada ayat tang turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia menemui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, "Allah melarang aku untuk menerimanya." Sa'labah menangis tersedu-sedu. Setelah Nabi wafat, Sa'labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar kemudian Umar bin Khattab, tetapi kedua Khalifah itu menolaknya sehingga Sa'labah meninggal dunia pada masa khalifah Usman bin Affan.

Sunday, 20 November 2016

Pengertian dan Macam Kalimat Thayyibah

Pengertian Kalimat Thayyibah

Kalimat Thayyibah secara bahasa adalah perkataan yang baik. Dalam Islam, Kalimat thayyibah adalah setiap ucapan yang mengandung kebenaran dan kebajikan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Serta mengandung  aneka perbuatan ma'ruf dan pencegahan dari perbuatan munkar (Tafsir Depag V/182-183 dan Tafsir Wa Bayan Al-Qur'an oleh Dr. M. Hasan Al-Hamsy hal.258 ).

Macam-macam Kalimat Thayyibah

Adapun macam-macam Kalimat Thayyibah adalah sebagai berikut:

1. Bismillahirrokhmaanirrohim

Kalimat Basmalah yang artinya: ”Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” ini diucapkan setiap kali kita akan mengawali suatu pekerjaan atau perbuatan. Dengan membaca Basmalah dimaksudkan agar pekerjaan yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. yang artinya,
“Tiap-tiap urusan penting menjadi putus berkahnya jika tidak dimulai dengan ucapan Bismillâhir-rahmânir-rahîm.”(HR. ar-Rahawy).

2. Assalamu'alaikum

Salam berarti keselamatan, jadi memberi doa kepada orang lain agar selamat. Makna salam adalah mendoakan kepada orang lain agar selamat di manapun berada, dalam kondisi apa pun juga tidak terbatas waktunya bukan untuk waktu siang, sore atau malam saja.

Jadi, bagi orang yang memberi salam disunnahkan untuk mengucap:
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Artinya: "Kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadamu"
Dan bagi orang yang menjawab salam mengucapkan: Waalaikumsalaam Warohmatullahi Wabarokaatuh
Artinya: "Dan kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan atas kamu pula."

Ada seseorang yang datang kepada Nabi Muhammad saw. dan mengucapkan: Assalamu'alaikum
Maka salam itu dijawab oleh beliau dan ia duduk. Kemudian beliau bersabda, "Sepuluh".
Sesudah itu datang lagi seseorang dan mengucapkan: Assalamu'alaikum Warohmatullahi
Salam itu dijawab oleh beliau san ia duduk. Kemudian beliau bersabda, "Dua puluh".
Sesudah itu datang lagi seseorang dan mengucapkan salam:
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Salam dijawab oleh beliau dan ia duduk kemudian beliau bersabda, "tiga puluh".
Jadi, intinya semakin sempurna kita mengucapkan salam, maka semakin besar pula pahala yang akan diterima.

3. Subhanallah

Artinya: Maha suciAllah
Subhanallah disebut juga bacaan tasbih.Zat yang paling suci di alam semesta ini hanyalah Allah, maka sesuai dengan artinya, kalimat ini mengandung makna penyucian nama dan Zat Allah. Nama Allah harus tetap suci dari segala bentuk kemusyrikan dan kekurangan. Karena Allah-lah pemilik segala kesempurnaan. Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, memuji kebesaran Allah, Firman Allah yang Artinya:
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Maha Suci, Yang Maha perkasa,Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Jumu'ah: 1)

Harus kita yakini dengan keyakinan yang kuat bahwasanya Allah tidak sama dengan makhluk-Nya. Kita tidak boleh memikirkan bagaimana bentuk Allah, apakah Allah mempunyai tangan, kaki, wajah, dan lain-lain. Yang harus kita lakukan hanyalah meyakini Allah itu ada, melalui tanda-tanda kebesaran-Nya yaitu seluruh alam semesta ini.Kita meyakini nama-nama Allah dan sifat-Nya yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Dengan mengucap kalimat tasbih kita akan selalu ingat kebesaran Allah. Alam yang ada disekitar kita seperti gunung yang menjulang tinggi, lautan nan luas dan langit adalah sebuah tanda yang menunjukkan tanda  kebesaran Allah.

4. Laa haula walaa quwwata illaa billaah

Kalimat zikir ini merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasaannya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayyibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang.

Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima resiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (QS 7:159).

5. Laailaahaillallah

Dalam Hadis Nabi Muhammad disebutkan keutamaan kalimat thayibah laa ilaahaillallah wahdahu lah syarika laka lahulmulku malhamdu yuhyi wahuwa’ala kulli syai’in qadir maka Allah akan menetapkan seratus kebaikan dan menghapuskan seratus kejahatan dan keburukan.

Bahkan disebutkan pula bahwa kalimat ini merupakan kunci pintu surga. Apabila seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena penjabaran arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun bisa dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.

6. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un

Salah satu dari kalimat tayyibah itu adalah " Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un ". Kalimat ini disebut dengan kalimat tarji'. Ketika kita mendengar atau mendapatkan teman, saudara, atau tetangga kita terkena musibah, maka di anjurkan membaca kalimat tarji'. Misalnya jika ada orang meninggal dunia atau sakit keras, terkena, kecelakaan, atau musibah lainnya.

Arti dari kalimat tarji' sendiri adalah'sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali. Dengan menghayati makna kalimat tersebut, maka kita akan menjadi sadar bahwa semua makhluk akan mati dan akan kembali kepada Sang Pencipta, tak terkecuali diri kita. Kita harus sadar bahwa nyawa kita adalah titipan Allah yang suatu saat akan diminta kembali oleh pemiliknya.
Adapun keutamaan atau manfaat membaca kalimat tarji', terdapat di dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 156-157, yang artinya :
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un. (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S Al-Baqarah/2 : 156-157)

7. Astaghfirullah

Dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 135 Allah menyatakan prihal orang- orang yang mendapat mendapat kenikmatan setelah mereka bertaubat, "Orang orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan." Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna, setelah Ia ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah bisa berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan penawar bagi kekhilafan tersebut. Bagi manusia yang pandai mengunakan penawar ini, maka manusia tidak akan terserang penyakit hati yang serius.

Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf. Orang-orang yang selalu membasahkan bibir mereka dengan istighfar, maka noda-noda berupa dosa yang sempat menempel sedikit demi sedikit setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin lama noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya.

Maka benarlah-bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenari. Untuk menghindari keterlambatan taubat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan zikir ini setiap hari, terutama setelah shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah sebagaimana diriwayatkan Bukhari dalam kitab hadisnya bahwa beliau mengucapkan istighfar setiap hari sebanyak seratus kali.

Ditambahkannya juga bahwa barang siapa yang mengucapkan istighfar sebelum terbit matahari sampai terbenamnya maka Allah akan menerima taubatnya (HR. Bukhari) InsyaAllah. Kalimat ini diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang dapat dipenuhi secara pasti oleh manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. 18: 23-24).

Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak menggejala dalam sebagian masyarakat, sehingga membuat banyak orang dapat memandang negatif kalimat ini. Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan seperti ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan janji yang sudah pasti akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu waktu bisa merubah apa yang telah kita rencanakan.


Sumber: INTINE BELAJAR

Pengertian Sedekah

Krisis ekonomi yang berkepanjangan di negeri ini menyebabkan kemiskinan makin bertambah. Apalagi di negeri ini sering terjadi bencana alam mulai dari gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara pada Desember 2004. Kemudian gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Maret 2006 dan pada tahun yang sama juga terjadi bencana di Sidoarjo Jawa Timur yang diakibatkan oleh semburan lumpur panas dari proses penambangan. Lapindo Brantas, hingga menenggelamkan puluhan desa dan ribuan rumah penduduk. Itu semua menelan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit.

Mereka adalah saudara kita sebangsa, seagama, dan seiman. Maka sebagai saudara, kita wajib memberikan sumbangan untuk meringankan beban mereka baik melalui sedekah ataupun infak.

Sedekah adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada perorangan atau lembaga yang membutuhkan bantuan, dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan apa pun dari orang yang menerimanya.

Sedekah merupakan ketetapan Allah berkenaan dengan harta benda yang merupakan sarana kehidupan untuk semua umat manusia. Adapun hukum sedekah adalah sunnah, yakni ibadah yang dianjurkan oleh agama. Syarat utamanya adalah ikhlas dan berusaha tidak menyakiti hati orang yang menerimanya, sebagaimana Allah swt. berfirman yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya dengan riya' (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir...." (Q.S Al-Baqarah[2]: 264)

Sedekah itu bermacam-macam bentuknya, diantaranya sebagai berikut:
1. Meberikan barang misalnya uang, makanan, minuman, harta benda, dan sebagainya.
2. Menyumbangkan jasa atau tenaga.
3. Memberikan saran atau pendapat yang bermanfaat bagi umat manusia.
4. Memberikan senyuman, menyingkirkan duri atau barang yang membahayakan di jalan, mengucap kalimat tayibah seperti tasbih, takbir, tahmid dan tahlil.
5. Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada yang mungkar.
6. Melangkahkan kaki untuk sholat.
7. Menularkan ilmu pengetahuan.

Sebenarnya bentuk sedekah itu masih banyak macam dan jenisnya, baik yang dilakukan secara terang-terangan atau dengan sembunyi-sembunyi, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya:
"Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu...." (Q.S. Al-Baqarah [2] 271)

Friday, 2 September 2016

Tenggelamnya Qarun & harta bendanya

Qarun (Bahasa Arab ﻗﺎﺭﻭﻥ ) adalah salah seorang sepupu Musa, berasal dari Bani Israel. Qarun disebut dalam Al-Quran sebanyak empat kali, dua kali di surah Al- Qasas, satu kali di surah Al-'Ankabut dan satu kali di surah Al-Mu’min.Qarun adalah orang yang sering memakerkan kekayaan. Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/ Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah. Dikisahkan pula dalam Al-Qur'an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak.

Setelah menjadi kaya raya, Qarun menjadi orang yang sombong dan suka pamer. Orang-orang kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahasia agar tidak diketahui orang lain. Qarun bisa saja membuat sebuah tempat besar yang tersembunyi untuk menampung kunci- kuncinya, tapi dia tidak melakukannya karena dia ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya.

Jadi kebiasaannya adalah membawa sepuluh orang kuat kemanapun dia pergi. Kesepuluh orang ini adalah pria-pria perkasa yang berotot kekar. Mereka mengikuti Qarun kemanapun dia pergi hanya untuk membawakan kunci-kuncinya. Meskipun sudah dibawa sepuluh orang pria perkasa, tetap saja mereka merasa bahwa kunci-kunci Qarun terasa berat. Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu mengenakan pakaian yang berbeda setiap kali keluar rumah. Pakaian- pakaiannya merupakan jubah-jubah mewah yang paling mahal di zaman itu. Dia juga punya banyak kuda, punya tentara pribadi, punya bodyguard, punya banyak istana, dan harta benda. Tidak terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya. Qarun juga bisa memainkan orang-orang, dia bisa melakukan apapun karena punya kekuatan. Fir’aun adalah teman baik Qarun. Jika ada seseorang yang punya masalah dengannya, Qarun tinggal memberitahu Fir’aun maka habislah orang itu. Dia bisa membuat seseorang menjadi budak jika dia mau. Jadi tak seorang pun berani dengan Qarun. Dia adalah seorang tiran yang dijadikan Allah sebagai contoh di dalam Al-Qur’an.

Pada suatu hari, Qarun memilih pakaian terbaiknya. Kemudian dia pergi ke pekarangan istananya yang luas dan dia berjalan-jalan sambil memilih-milih kudanya. Akhirnya pandangannya tertuju ke salah satu kuda miliknya sembari tangannya menunjuk. Dia berkata kepada pelayannya “Kuda itu yang disana! Kuda yang memiliki bulu paling putih. Aku ingin menaiki kuda itu sekarang!” Mereka menghias kuda itu dengan berbagai macam pernak-pernik. Andaikan orang- orang di jalan melihat kuda putih itu, tentu mereka akan terkagum-kagum melihatnya.

Jadi dia menaiki kuda putih itu dan berkata: “Tentara-tentaraku! Datanglah kemari!” Kemudian dia menunjuk tentara- tentara terbaiknya. Lalu tentara-tentara itu berbaris mengikutinya dari belakang. Kemudian dia menunjuk sepuluh orang pria kekarnya dan berkata “Bawalah SEMUA harta-hartaku! Hari ini aku ingin menunjukkan harta-hartaku pada orang- orang. Bawa semua emas, perak, perunggu, barang-barang mewahku, koleksi pribadiku, dan yang lainnya. Aku ingin kalian membawa semuanya. Bahkan kalian para tentara juga harus membawanya! Ketika kita lewat, aku ingin semua orang terkagum-kagum melihat banyaknya hartaku.”

Jadi dia membawa semua harta karunnyaa, ada begitu banyak rubi, permata, mutiara, emas, dan perhiasan dalam berbagai bentuk. Ketika dia berparade keliling kota dari istananya, orang-orang di jalan melihatnya. Dan orang-orang yang menginginkan yang hanya menginginkan dunia ini berkata “Lihatlah semua ini. Andai saja kita mempunyai apa yang Qarun miliki.” Mereka sangat menginginkan harta itu. Bayangkanlah, seluruh kota menyaksikannya. Di antara mereka juga ada ahli agama. Mereka berkata “Jangan meminta seperti itu! Celakalah kamu! Sesungguhnya apapun yang Allah berikan kepadamu sudah cukup.”

Jadi ketika Qarun keluar membawa semua hartanya dan orang-orang di jalan melihatnya dengan terkagum-kagum, Ada orang di sisi kanan dan ada di sisi kiri, sedangkan parade Qarun berada di tengah- tengahnya. Ketika dia merasakan keangkuhan yang tertinggi dan berpikir “Wow, inilah diriku!” Tiba-tiba Allah memerintahkan bumi untuk menelannya! Jadi tiba-tiba bumi bergemuruh. Kemudian jalanan mulai retak. Kemudian retakan itu semakin membesar sehingga terciptalah sebuah lubang yang menganga. Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tentaranya, kunci-kuncinya, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan istananya! Dan orang-orang yang sedang mengamati, beberapa dari mereka berlarian, tapi pada akhirnya mereka sadar bahwa bumi hanya menelan Qarun dan hartanya. Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada yang terjadi. Orang-orang sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-orang dan Qarun tentang siapa Raja yang sesungguhnya.

”Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” ”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang- orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang- orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang- orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba- hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah).” Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 76-83

Mari Membiasakan Diri Untuk Besedekah & Berinfak

Anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk berinfak dan bersedekah sejak dini baik di sekolahan maupun di rumah. Ini bertujuan untuk mendidik mereka agar sejak dini sudah terbiasa memberikan sebagian uang jajan demi kepentingan orang lain ataupun kepentingan lembaga.

Contohnya, infak untuk menyumbang bencana alam, untuk membantu program beasiswa anak-anak yang kuang mampu dan sebagainya. Contoh lain yaitu ketika dirumah memberikan sedekah pada pengemis yang datang, berinfak ketika sholat Jum'at di Masjid, dan sebagainya.

Kegiatan berinfak di sekolahan agar lebih maksimal dan berkesinambungan, maka alangkah baiknya jika dibentuk kegiatan-kegiatan dalam Membiasakan diri untuk bersedekah dan berinfak sebagai berikut.
1. Setiap kelas memiliki kotak infak yang diedarkan seminggu sekali, hasilnya bisa untuk kepentingan jelas, untuk membantu siswa yang kurang mampu atau menyumbang untuk bencana alam yang terjadi disekitar kita. Dan setiap tahun sekolah bisa melaporkan hasil infak dan penyalurannya ke komite sekolah dan wali murid.

2. Mengumpulkan pakaian pantas pakai dan pengumpulan sembako untuk disumbangkan ke panti asuhan untuk korban bencana alam. Kegiatan ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan pada saat Haflah Akhirus Sanah (Akhir tahun ajaran).

3. Mengadakan pekan buku disekolah dengan agenda acara pengumpulan buku bacaan atau buku sekolah yang sudah tidak terpakai dari siswa, buku-buku yang sudah terkumpul diserahkan ke perpustakaan sekolah untuk menambah koleksi bacaan di sekolah tersebut, atau bisa juga disumbangkan ke sekolah lain.

4. Mengadakan infak Qurban setiap menjelang hari raya idul Adha.
5. Pengumpulan zakat fitrah setiap bulan Ramadhan bagi setiap siswa.

Hal ini bisa di laksanakan oleh sekolah atau Madrasah dengan langsung melibatkan siswa dan wali murid agar mereka dapat belajar secara aralami dalam menanamkan sikap, khususnya untuk membiasakan siswa siswi kita dalam gemar berinfak dan bersedekah untuk kepentingan orang lain.

Sikap Sabar dan Teguh Siti Masyitah

Pernahkah kalian membaca kisah Masyitah tentang kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ?  Siti Masyitah adalah pembantu rumah tangga Fir'aun, seorang raja yang sangat kejam dan zalim. Bahkan ia mengaku sebagai Tuhan yang harus disembah oleh seluruh rakyatnya.
 

Raja Fir'aun memerintah Mesir dengan tangan besi. Siapapun yang tidak mengikuti perintahnya pasti akan menerima hukuman mati. Begitu juga dengan orang yang tidak mau menyembah Fir'aun.
 

Siti Masyitah adalah pembantu rumah tangga Fir'aun walaupun kehidupannya tergantung pada Fir'aun, akan tetapi ia tak pernah mengakui Firaun sebagai tuhan. Secara sembunyi-sembunyi ia tetap beriman kepada Allah swt. Zat yang menciptakan manusia dan yang membuat alam semesta. Siti Masyitah hanya percaya dan menyembah kepada Allah swt.
 

Fir'aun dan keluarganya tak mengetahui keadaan Siti Masyitah yang sebenarnya namun akhirnya mereka tahu juga ceritanya begini. Pada suatu hari Siti Masyitah hendak menyisir rambut puteri Fir'aun. Tanpa sengaja mulutnya mengucapkan Bismillah lalu ketika sisir rambut terjatuh ia pun tanpa sengaja mengucapkan "Innalillahin WaInnailaihiroji'un". Menyaksikan keadaan ini anak Fir'aun sangat terkejut. Kemudian ia bertanya kepada Siti Masyitah "Apakah kamu mempunyai tuhan selain ayahanda?", "Iyaa" jawab Siti Masyitah polos. "Apakah kamu tidak takut kalau sekiranya hal ini diketahui ayahanda?" Lanjut anak Firaun.
 

"Tidak, aku lebih takut kepada Allah swt. daripada manusia. Karena hanya kepada Allah-lah aku menyembah dan berserah diri," jawab Siti Masyitah.

Setelah mendengar jawaban Siti Masyitah yang lugas tersebut, putri Fir'aun melaporkan hal ini kepada ayahanda nya. Fir'aun menjadi sangat marah. Ia lalu memanggil Siti Masyitah. Dengan penuh kemarahan, ia menekan Siti Masyitah agar mau kembali menyembah dirinya dan tidak mengakui adanya Allah swt.
 

Walaupun Siti Masyitah hanya seorang pembantu rumah tangga yang lemah, ternyata hatinya seperti baja dalam mempertahankan imannya. Siti Masyitah lebih rela mati daripada menyembah Fir'aun, raja yang zalim dan mengaku sebagai tuhan.
 

Fir'aun sangat kesal melihat keteguhan Siti Masyitah mempertahankan imannya. Ia bertekad akan menghukum Siti Masyitah. Kemudian ia memerintahkan kepada pengawalnya untuk memasak air mendidih ia lantas memanggil Siti Masyitah dan bertanya, "Apakah kamu tetap pada pendiranmu?" "Ya", jawab Siti Masyitah. "Apakah kamu tidak takut dengan hukuman yang saya berikan?" Tanya Fir'aun lagi. "Hanya Allah swt. yang kami takuti." Jawab Siti Masyitah. "Jangan asal jawab!!!" "Jika kamu keras kepala, kamu, anakmu dan suamimu akan saya masukkan kedalam kuali itu. Apakah kamu tidak sayang kepada orang-orang yang kamu cintai itu?" Ancaman Fir'aun dengan nada geram.
 

Setelah Siti Masyitah tidak mau merubah pendirianny, Fir'aun benar-benar melaksanakan ancamannya. Mula-mula suaminya dimasukkan kedalam bejana yang mendidih itu. Dilanjutkan dengan anaknya yang besar. Melihat yang demikian ia agak gentar dan takut. Lalu anaknya yang masih bayi dan sedang digendong berkata, "Wahai ibu, jangan takut! Biarlah kami mati bersama asal iman kita tidak hilang."
 

Setelah mendengar suara anaknya yang masih bayi ini, iman Siti Masyitah menjadi kokoh kembali dan akhirnya ia bersama-sama dengan semua anggota keluarganya matu dalam bejana yang mendidih untuk mempertahankan imannya. Mereka rela mengorbankan jiwanya demi mempertahankan imannya daripada harus menjadi orang kafir.

Thursday, 1 September 2016

2 Makna Hijrah Rasulullah SAW

Rasulullah Muhammad SAW beserta para pengikutnya hijrah secara fisik sekaligus secara berjamaah dari kota suci Makkah Al Mukarramah, kota tempat kelahirannya dan kota yang amat dicintainya, berpindah ke Yastrib yang kemudian dikenal dengan kota Madinatul Munawawrah. Berikut adalah dua makna tentang definisi hijrah.

I.  Hijrah Secara Fisik

Hijrah secara fisik berarti berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Seorang muslim atau sekelompok kaum muslimin diperkenankan berhijrah/berpindah ke tempat atau daerah lain yang lebih memungkinkan dia untuk dapat melaksanakan ajaran agama Islam dan menyeru umat manusia. Dengan syarat jika dia telah berusaha serta menyeru dengan segenap upaya dan usahanya. Berhijrah ini dapat dilakukan apabila terdapat tiga alasan sebagai berikut.


Ditempat tersebut tidak mendapat kebebasan beragama dan menjalankan syariatnya.Menyelamatkan kelangsungan hidup agama Islam, serta menyelamatkan perjuangan mengatur strategi dalam mengatur kekuatan penghalang pengembangan ajaran Islam.Jika dalam menuntut pelajaran agama tidak didapatnya di tempat tersebut, dia harus hijrah ke tempat yang memungkinkan dia mendapatkan pengetahuan itu.  

2. Hijrah dengan hati

Untuk menjelaskan makna menurut pengertian ini, kita dapat melihat salah satu hadis Rasulullah SAW, “Orang yang berhijrah adalah barangsiapa yang berpindah/meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah”.

Untuk lebih menjelaskan pengertian diatas, kita dapat melihat dari kisah ketika Rasulullah SAW dan pasukannya pulang suatu perang yang dahsyat. Akan tetapi, Rasulullah SAW justru bersabda bahwa mereka baru pulang dari perang yang kecil menuju perang yang lebih besar dan dahsyat. Para sahabat heran dan bertanya , “perang apakah yang lebih besar dan lebih dahsyat daripada perang senjata. Rasulullah SAW menjawab yaitu perang melawan hawa nafsu”

Berdasarkan penjelasan tersebut maka pengertian hijrah hati nurani (Hijrah Qalbiyah), yaitu menghilangkan segala perbuatan terlarang, mengendalikan hawa nafsu, serakah, tamak, hasad, iri, dengki, dan semua hidup megah. Timbulnya kekacauan, kerusakan dan ketidaktentraman di dalam masyarakat dikarenakan oleh factor nafsu negative tersenut.

Selain dua makna tersebut diatas terdapatdua makna lagitentang hijrah sebagai berikut.
Meninggalkan perbuatan yang jelek, baik yang betul-betul dilarang maupun yang makruh sekalipun.Menjauhkan diri dari pergaulan masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jauh dari nilai-nilai moral, etika dan kebenaran.

Perang Badar Pada Masa Rasulullah SAW

Inilah perang pertama yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Sekaligus peristiwa paling penting bagi sejarah perkembangan da’wah Islam. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah.

Meski dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibanding kekuatan musuh, dengan pertolongan Allah, kaum Muslimin berhasil menang menaklukkan pasukan kafir.
Rasulullah SAW berangkat bersama 300-an orang sahabat dalam perang Badar (Ghazawāt Badr). Ada yang mengatakan mereka berjumlah 313, 314, dan 317 orang. Mereka kira-kira terdiri dari 82 atau 86 Muhajirin, serta 61 kabilah Aus dan 170 kabilah Khazraj.

Kaum Muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. Mereka hanya memiliki dua ekor kuda, milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al- Kindi.

Di samping itu, mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian, setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah SAW sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi.

Sementara, jumlah pasukan kafir Quraisy sepuluh kali lipat. Tak kurang seribu tiga ratusan prajurit, dengan seratus kuda dan enam ratus perisai, serta onta yang jumlahnya tak diketahui secara pasti, dan dipimpin langsung oleh Abu Jahal bin Hisyam.

Sedangkan pendanaan perang, ditanggung langsung oleh sembilan pemimpin Quraisy. Setiap hari, mereka menyembelih sekitar sembilan atau sepuluh ekor unta. Besarnya kekuatan serbuan kaum Muslim dapat dilihat pada beberapa ayat-ayat Al Qur'an, yang menyebutkan, bahwa ribuan malaikat turun dari Surga pada Pertempuran Badar untuk membinasakan kaum Quraisy.

Haruslah dicatat, bahwa sumber- sumber Muslim awal memahami kejadian ini secara harafiah, dan terdapat beberapa hadits mengenai Muhammad yang membahas mengenai Malaikat Jibril dan peranannya di dalam pertempuran tersebut.

Apapun penyebabnya, dalam hal ini pasukan Mekkah yang kalah kekuatan dan tidak bersemangat dalam berperang, segera saja tercerai-berai dan melarikan diri. Dan pertempuran itu sendiri berlangsung hanya beberapa jam dan selesai sedikit lewat tengah hari.

Rencana Buruk Kaum Kafir Untuk Membunuh Nabi Muhammad Saw

Ketika kaum kafir Quraisy mengetahui kesepakatan antara Rasulullah SAW dan orang-orang Ansar pada baiat Aqabah, serta melihat orang muslim mulai berhijrah ke Madinah baik secara kelompok atau perorangan, kaum kafir Mekkah merasa takut kalau Islam menjadi besar di Madinah yang akan dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu mereka sepakat untuk membunuh calon pemimpin mereka itu sebelum dia ikut hijrah ke Madinah.

Pada hari Kamis 26 Safar tahun ke-12 H kenabian bertepatan dengan september 622 M. Orang-orang Quraisy mengadakan pertemuan di suatu tempat yang bernama Darum Nadwah dengan agenda pertemuan membicarakan cara yang tepat untuk membunuh Muhammad.

Dalam pertemuan itu disepakati usulan dari Abu Jahal. Usulan Abu Jahal yaitu mencari beberapa pemuda yang bertubuh kekar dan kuat untuk dipersenjatai kemudian mereka diperintah membunuh Muhammad secara beramai-ramai.

Bersamaan dengan kesepakan kaum kafir Quraisy untuk membunuh Rasulullah, malaikat Jibril mendatangi beliau mengabarkan hal tersebut. Jibril menyarankan kepada Rasulullah supaya tidak tidur di kamar beliau dan menyampaikan turunnya izin hijrah dari Allah. Namun, dengan jiwa kesatrianya, pada malam itu Nabi tetap tidur di kamarnya.

Baru setelah tengah malam, beliau menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan di kamar tidurnya. Setelah melewati tengah malam, Rasulullah SAW bergegas ke rumah Abu Bakar dengan menyamar. Setelah bertemu dengan Abu Bakar, beliau menceritakan maksud kedatangannya yaitu, "Allah telah mengizinkan Nabi berangkat hijrah". Mendengar berita tersebut Abu Bakar minta pada Nabi supaya diizinkan menemani perjalanan itu. Nabi setuju kemudian Abu Bakar menyiapkan perbekalan yang akan dibawa ketika hijrah.

Pada malam hari yang telah ditentukan pemuda-pemuda Quraisy mengepung rumah Nabi Muhammad SAW dan siap melakukan pembunuhan. Ketika itu, Rasulullah SAW berkemas-kemas meninggalkan rumah dan beliau menyuruh Abi bin Abi Thalib untuk menempati tempat tidur beliau supaya orang-orang Quraisy mengira bahwa beliau masih tidur. Di tengah malam Nabi dengan diam-diam keluar dari rumah, dengan membaca Surah Yasin ayat 1 sampai 5 sambil menyebarkan pasir yang dibawa Rasulullah di sekeliling mereka. Dilihatnya pemuda-pemuda yang mengepung beliau sedang tertidur.

Setelah berhasil keluar, Rasulullah langsung menuju rumah Abu Bakar kemudian mereka berdua keluar dari pintu belakang rumah beliau menuju gua di Bukit Sur di sebelah kota Mekah. Mereka beruda bersembunyi di gua itu.

Setelah algojo-algojo kafir Quraisy mengetahui bahwa Nabi terlepas dari penjagaan mereka, makan keesokan harinya mereka menggunakan strategi baru untuk melacak Rasulullah. Di antara strategi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Mereka menangkap Ali, menyiksa, dan menyeretnya ke ka'bah untuk dimintai keterangan tentang tempat persembunyian Rasulullah. Tetapi, dengan cara ini mereka gagal.
2. Mengutus beberapa orang kafir Quraisy di antaranya Abu Jahal, agar pergi kerumah Abu Bakar. Di rumah itu hanya ada putrinya yang bernama Asma.
3. Mengawasi seluruh jalan yang menghubungkan kota Mekkah dengan kota lain dengan pengawasan yang ketat.
4. Mengadakan sayembara, bahwa barangsiapa dapat menangkap Muhammad akan mendapat hadiah yang besar yaitu 60 ekor unta.
5. Menyewa pencari jelek guna mengikuti jejak yang pernah dilewati Rasulullah dan Abu Bakar.

Pengertian Khulafaur Rasyidin

Khulafaur Rasyidin

Khulafaur Rasyidin ( bahasa Arab : ﺍﻟﺨﻠﻔﺎﺀ ﺍﻟﺮﺍﺷﺪﻭﻥ) atau Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat orang khalifah (pemimpin) pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus kepemimpinan setelah Nabi Muhammad wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam.

Sistem pemilihan terhadap masing- masing khalifah tersebut berbeda- beda, hal tersebut terjadi karena para sahabat menganggap tidak ada rujukan yang jelas yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad tentang bagaimana suksesi kepemimpinan Islam akan berlangsung. Namun penganut paham Syi'ah meyakini bahwa Muhammad dengan jelas menunjuk Ali bin Abi Thalib , khalifah ke-4 bahwa Muhammad menginginkan keturunannyalah yang akan meneruskan kepemimpinannya atas umat Islam, mereka merujuk kepada salah satu hadits Ghadir Khum.

Secara resmi istilah Khulafaur Rasyidin merujuk pada empat orang khalifah pertama Islam, namun sebagian ulama menganggap bahwa Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang memperoleh petunjuk tidak terbatas pada keempat orang tersebut di atas, tetapi dapat mencakup pula para khalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar sesuai dengan petunjuk al-Quran dan sunnah. Salah seorang yang oleh kesepakatan banyak ulama dapat diberi gelar khulafaur rasyidin adalah Umar bin Abdul-Aziz , khalifah Bani Umayyah ke-8.

Friday, 24 June 2016

Fitnah Diakhir Zaman, Pembalikan Logika Oleh Media Zalim

Assalamualaikum sahabat semua,

Bismillahirrahmanirrahim...
Didunia saat ini, khususnya di Indonesia banyak sekali dilakukan penyesatan-penyesatan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat umat islam tidak bisa tepat menggunakan logikanya, mudahnya mereka akan melakukan segala cara untuk membuat umat islam gagal berfikir dengan benar dan bisa merusak perstuan umat. 



Lama rasanya saya tidak menulis lagi diblog ini, banyak sekali komentar dari teman-teman yang baru sempat saya terbitkan mengingat kesibukan saya diluar mengurus blog ini, beberapa diantara komentar tersebut meminta saya mengupdate blog ini.
Baiklah pertama kali maafkan saya karena jarang posting lagi namun pada kesempatan kali ini InsyaAllah sayang akan posting mengenai suatu hal yang menganggu pikiran saya beberapa waktu terakhir, mungkin lebih tepatnya beberapa tahun terakhir.

Yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai Pembalikan Logika dan Fitnah DiAkhir Zaman yang semakin jelas terlihat. Ada dua hal yang akan saya sampaikan  yang pertama adalah pembalikan logika oleh media zalim dan Fitnah di Akhir Zaman


Sudah menjadi pola mereka untuk membungkus dengan cantik niat jahat, Tentu saja jika mereka Secara Terang Benderang memerangi umat islam tentu akan mudah dikalahkan, tetapi itulah piciknya mereka, mereka tidak akan menggunakan tangan mereka sendiri untuk menghancurkan umat islam.


Inilah cara syaitan yang disebut dalam Al Qur'an sebagai menghiasi keburukan



إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ -٢٥-
Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka.”
(Muhammad 25)

فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ-٦٣-
“Tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk).”
(An-Nahl 63)

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ -٢٤-
“Dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.”
(An-Naml 24)

1. Kezaliman Media Terhadap Umat 


Yang saya maksud disini bukan semua media namun ada beberapa media yang bisa terlihat secara jelas dan tampak memiliki niat jahat untuk menghacurkan idealisme umat islam dengan segala cara kotornya. 

Faktanya memang umat islam tidak terlalu menguasai media-media besar yang ada di Indonesia namun ironisnya lagi justru banyak para pembaca atau penikmat media itu terjerumus dan percaya begitu saja dengan apa yang disajikan media. 


Senjata yang biasanya media gunakan untuk melemahkan pemikiran umat islam; Perbandingan Semu, Framing, dan Standar Ganda. 


  • Perbandingan Semu
Kata-kata "Mendingan Atau Lebih Baik" jamak kita dengarkan saat ini, berikut beberapa contohnya;
# Mendingan mana pemimpin Non Muslim tapi bersih DARIPADA Pemimpim Muslim tapi koruptor?
# Mendingan mana pakai jilbab tapi moralnya rusak DARIPADA gak pakai jilbab tapi moralnya baik ?
# Lebih baik mana gak sholat tapi baik sama oranglain DARIPADA Sholat tapi jahat sama orang lain ?
OMONG KOSONG MACAM APA ITU???
Bukankah perbandingan yang bijaksana adalah menbandingkan yang sebanding, perbandingkan yang baik itu bukan memilih diantara dua keburukan. Bagaimana mungkin Anda bisa memilih salah satu jika keduanya sama salahnya. 

Jawaban dari ketiganya 
- "Pilihah Pemimpin Muslim Yang Bersih"
- "Mendingan Pakai Jilbab Dan Memiliki Moral Yang Baik"
- "Sholat dan berbaiklah dengan orang lain karena itu sepaket, jangan dipisah -pisahkan brother"

  • FRAMING MEDIA
Sederhananya, Framing adalah membingkai sebuah peristiwa, atau dengan kata lain framing digunakan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan media massa ketika menyeleksi isu dan menulis berita.  Kabar buruknya jika framing ini terus menerus diblowup dilakukan oleh orang profesional dengan niat jelek akan sangat besar efeknya, karena pembaca yang kurang cermat akan tergiring opininya dan cepat atau lambat pembaca akan melabeli apa yang diframing itu sesuai keinginan media. 

Contohnya;

# Orang yang ngaco dan diberi ruang untuk bebricara pada media masa tentu saja apa yang akan dia bahas akan menimbulkan kontroversial namun dengan lihainya media akan mereframe dengan istilah keren seperti "CENDEKIAWAN MUSLIM" "INTELEKTUAL MUSLIM", lha yang buat berita mereka yang ngasih-ngasih gelar juga mereka. 

Ironis memang, para alim ulama dan kyai tidak memiliki kesempatan untuk berbicara justru orang-orang yang ngacao dengan kemampuan agama belum seberapa diberi banyak kesempatan bebricara dan yang dibicarakanya pun terkadang tidak sesuai dengan Al Qur;an dan Sunnah

# Seorang ibu yang melanggar perda buka warung di siang hari dibenarkan, entah media lupa atau pura-pura lupa bahwa sebenanrnya Ibu itu melanggar perda, seakan-akan orang yang melanggar perda dijadikan pahlawan. 

Namun inilah kehebatan media, "Yang Merah Bisa Tampak Putih" dan "Yang Putih Bisa Tampak Hitam", tergantung bagaimana media melabeli mana yang pahlawan mana yang bukan.

  • STANDAR GANDA MEDIA
Standar ganda adalah parameter penilaian yang dikenakan secara tidak sama kepada subjek yang berbeda dalam suatu kejadian serupa yang terkesan tidak adil.

Awalnya yang paling terkenal menggunakan ini adalah Amerika dan Israel, mereka menggunakan stnadar ganda untuk kepemilikan nuklir, negara mereka boleh punya tapi negara lain dilarang. 

Teriak-teriak paling lantang mengenai nilai kemanusiaan dan HAM, namun faktanya dinegara mereka sendiri sering ada diskrimasi pada warga berkulit hitam, bahkan semua sudah banyak yang tahu bahwa didikan negara amerika atas terusirnya suku asli Native American atau Indian.

# STANDAR GANDA DIBIDANG POLITIK


Suatu waktu jika keadaan memungkinan mereka dengan gagahnya teriak "Woy, jangan bawa-bawa islam, ini negara banyak agama. Pilih pemimpin gak harus islam"

Tapi diwaktu lainya saat pendukung mereka kampanye mereka lupa ingatan dan dengan jargon "Saya muslim saya Pilih Mr. X (non muslim)"

Saat cari dukungan mereka pakai peci sowan ke pondok pesantren dan masjid, tapi saat sudah kepilih gayanya seperti "Berpolitik dan mengambil kebijakan itu itu jangan bawa-bawa agama!"

# Saat ini digembar-gemborkan "Yang Beribadah Puasa Harus Menghormati Yang Tidak Beribadah Puasa", 
sedangkan jika ada umat agama lain yang beribadah maka umat islam diharuskan menghormati namun saat umat islam yang beribadah justru kita disuruh menghormati yang gak beribadah, lucu sekali bukan. 

# Kalo Ulama jangan ikut campur urusan bernegara! urus aja urusan agama... Jika Anda beragama islam tapi tetap memiliki idealimse seperti ini maka sorry to say saya anggap Anda orang muslim yang tumpul logikanya, dalam islam itu mengatur segala sesuatunya bahkan urusan bernegara. 

Jika anda berhujjah bahwa mereka-mereka yang ahli agama tidak memiliki back groud pendidikan politik, dsb. Coba sebutkan satu saja para mantan pemimpin dan pemimpin Indonesia yang berasal dari lulusan Sarja Ilmu Politik/Sarja Ilmu Sosial/Sarjana Ilmu Pemerintahan? tentu tidak ada!

Nah kalo sama-sama tidak ada kenapa Anda harus mendiskreditkan beliau-beliau para alim ulama, sepeertinya kok alergi setiap mereka memberikan saran yang benar dan baik pada negara ini, bahkan dimedia sosial banyak yang mebully "AH... tahu apa kau soal ini, tiap hari kau kan cuma bisa ngaji kerjaanya".

Na'udzubillah semoga kita semua bukan termasuk umat islam yang demikian, semoga kita menjadi muslim cerdas yang cerdas berfikir.

Wednesday, 8 June 2016

Cara membuat kata sandi gmail yang kuat dan aman

Tips ini bukan hanya untuk akun gmail, melainkan juga bisa di terapkan di akun twitter, facebook, Instagram, blog, atau akun lainnya. Untuk menjaga agar akun anda tetap aman, berikut ini beberapa kiat tentang cara membuat sandi yang kuat:

Tambahkan lapisan keamanan ekstra

  Setelah Anda membuat sandi, Anda dapat menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah . Verifikasi 2 Langkah mengharuskan Anda memiliki akses ke ponsel Anda, juga nama pengguna dan sandi Anda, saat masuk ke Akun Google Anda. Ini berarti bahwa jika seseorang mencuri atau menebak sandi Anda, mereka tidak akan bisa masuk ke akun karena tidak memiliki ponsel Anda. Kini Anda dapat melindungi diri Anda dengan sesuatu yang Anda tahu (sandi) dan sesuatu yang Anda miliki (ponsel). Untuk informasi selengkapnya tentang menjaga agar akun tetap aman, kunjungi Daftar Periksa Keamanan Akun .

Gunakan sandi yang unik untuk setiap akun penting Anda

  Gunakan sandi yang berlainan untuk setiap akun penting Anda, seperti email dan perbankan online. Menggunakan ulang sandi sangat berisiko. Jika seseorang mengetahui sandi Anda untuk suatu akun, orang tersebut kemungkinan besar dapat mengakses email, alamat, bahkan uang Anda.

Gunakan campuran huruf, angka, dan simbol dalam sandi

  Dengan menggunakan angka, simbol, serta campuran huruf besar dan kecil, sandi Anda semakin sulit ditebak. Misalnya, sandi delapan karakter yang terdiri dari angka, simbol, dan campuran huruf besar kecil lebih sulit ditebak karena ada lebih dari 30.000 kemungkinan kombinasi daripada sandi delapan karakter yang hanya terdiri dari huruf kecil.

Jangan gunakan informasi pribadi atau kata umum sebagai sandi
 
  Buat sandi unik yang tidak berhubungan dengan informasi pribadi Anda dan menggunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Misalnya, Anda dapat memilih kata atau frase acak dan menyisipkan huruf dan angka di awal, tengah, dan akhir agar ekstra sulit untuk ditebak (seperti "sPo0kyh@ll0w3En"). Jangan menggunakan kata atau frase sederhana seperti "sandi" atau "izinkansayamasuk," pola keyboard seperti "qwerty" or "qazwsx," maupun pola berurutan seperti "abcd1234" yang membuat sandi lebih mudah ditebak.

Pastikan bahwa opsi sandi cadangan Anda terbaru dan aman

  Pastikan agar secara teratur memperbarui alamat email pemulihan sehingga Anda dapat menerima email jika perlu menyetel ulang sandi. Anda juga dapat
menambahkan nomor ponsel untuk menerima kode setel ulang sandi lewat SMS. Banyak situs juga akan memberi Anda opsi menjawab pertanyaan keamanan jika Anda lupa sandi. Jika Anda dapat membuat pertanyaan sendiri, cobalah membuat pertanyaan yang jawabannya hanya diketahui oleh Anda. Jawaban sebaiknya tidak mudah ditebak dengan memindai informasi yang Anda poskan secara online di blog atau profil jejaring sosial. Jika Anda harus memilih pertanyaan dari daftarbopsi, seperti kota tempat kelahiran Anda, coba cari cara untuk membuat jawaban yang unik dengan menggunakan beberapa kiat di atas. Dengan begitu, meski seseorang menebak jawabannya, mereka tidak akan mengetahui cara memasukkannya dengan benar.

Jaga agar sandi tetap aman

  Jangan meninggalkan catatan berisi sandi berbagai situs di komputer atau meja. Orang yang sekadar lewat akan dapat mencuri informasi ini dengan mudah dan menggunakannya untuk menyusup ke akun Anda. Jika Anda memutuskan menyimpan sandi dalam file di komputer, buat nama yang unik untuk file tersebut sehingga orang lain tidak mengetahui apa isinya. Hindari pemberian nama file yang terlalu mencerminkan isinya, misalnya "sandi saya". Jika Anda kesulitan mengingat beberapa sandi, pengelola sandi tepercaya dapat menjadi solusi yang baik. Luangkan beberapa menit untuk memeriksa ulasan dan reputasi terkait layanan tersebut.

Tambahkan lapisan keamanan ekstra

  Setelah Anda membuat sandi, Anda dapat menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah. Verifikasi 2 Langkah mengharuskan Anda memiliki akses ke ponsel Anda, juga nama pengguna dan sandi Anda, saat masuk ke Akun Google Anda. Ini berarti bahwa jika seseorang mencuri atau menebak sandi Anda, mereka tidak akan bisa masuk ke akun karena tidak memiliki ponsel Anda. Kini Anda dapat melindungi diri Anda dengan sesuatu yang Anda tahu (sandi) dan sesuatu yang Anda miliki (ponsel).

Sunday, 5 June 2016

Tips & trik menyiapkan cumi-cumi sebelum dimasak

  Mengolah cumi bisa dibilang susah-susah gampang. Jika Anda mengetahui triknya, mengolah cumi pun menjadi mudah. Mari ikuti beberapa tips & trik di bawah ini untuk menghasilkan hidangan cumi yang memesona.

1. Rencanakan dulu apa yang akan dimasak. Misalnya, cumi dengan berat 75 – 100 gram per orang cocok digunakan untuk appetizer. Sedangkan untuk main course, diperlukan cumi dengan berat sekitar 150 – 200 gram.

2. Potong seluruh tubuh cumi dalam bentuk cincin. Selain cincin, Anda  pun bisa memotongnya menjadi bentuk lajur-lajur tipis. Untuk memotongnya, Anda bisa membuat sketsa tipis terlebih dahulu sebelum dipotong agar hasilnya rapi.

3. Sebelum dimasak, rendamlah cumi dalam perasan jeruk nipis. Perendaman dengan asam bisa membantu daging cumi makin lembut dan lunak.

4. Hindari memasak cumi terlalu lama. Cumi yang dimasak terlalu lama akan menjadi keras dan alot. Memasak cumi dengan minyak panas hanya diperlukan waktu antara 30 detik – 2 menit.

5. Anda juga bisa memasak cumi dengan api kecil dan perlahan. Salah satu idenya ialah dengan cara memanggang. Anda bisa mengisi badan cumi yang tidak dipotong
dengan berbagai isian seperti sayuran, lalu memanggangnya hingga matang.

6. Biarpun bagi sebagian orang tinta cumi menakutkan, Anda bisa menyimpannya dan menggunakannya kelak untuk menambah warna dan rasa yang khas untuk pasta,casserole, dan hidangan yang dipanggang. Kantung tinta ini dapat ditemukan dalam usus. Anda harus berhati-hati saat mengirisnya agar tidak pecah.

Bagaimana? Cukup mudah kanmenyiapkan dan mengolah cumi?
Masak apapun, jika bahannya sudah disiapkan dengan baik, tentu hasilnya pun sempurna. Selamat memasak!

Tuesday, 29 December 2015

Cara Memperlakukan Hajar Aswad Sesuai Sunnah Rasulullah Yang Benar


batu hajar aswad
Akhir-akhir ini dimedia sosial dan di broadcast BBM saya sendapat semakin maraknya pernyataan dari teman-teman non muslim yang menyinggung mengenai Batu Hajar Aswad, kurang lebih isinya seperti ini "Batu kok diicium-cium, batu kok disembah, dll..."
karena itu postingan kali ini saya buat untuk mencoba menjelaskan apakah itu hajar aswad dan bagaimana cara memperlakukanya sesuai sunnah, dan InsyaAllah semoga juga bisa menghindari fitnah. 

Perlu diketahui bahwa hajar aswad adalah batu yang diturunkan dari surga. Asalnya itu putih seperti salju. Namun karena dosa manusia dan kelakukan orang-orang musyrik di muka bumi, batu tersebut akhirnya berubah jadi hitam.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ « الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَكَانَ أَشَدَّ بَيَاضاً مِنَ الثَّلْجِ حَتَّى سَوَّدَتْهُ خَطَايَا أَهْلِ الشِّرْكِ.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa lafazh ‘hajar Aswad adalah batu dari surga’ shahih dengan syawahid-nya. Sedangkan bagian hadits setelah itu tidak memiliki syawahid yang bisa menguatkannya. Tambahan setelah itu dho’ifkarena kelirunya ‘Atho’).

Keadaan batu mulia ini di hari kiamat sebagaimana dikisahkan dalam hadits,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِى الْحَجَرِ « وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ »

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

Kenapa Kita Mencium Hajar Aswad?

Perhatikan hadits berikut,

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Dalam lafazh lain disebutkan,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Beberapa faedah dari hadits di atas:

Wajibnya mengikuti petunjuk Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah beliau tunjuki walau tidak nampak hikmah atau manfaat melakukan perintah tersebut. Intinya, yang penting dilaksanakan tanpa mesti menunggu atau mengetahui adanya hikmah.Ibadah itu tawqifiyah, yaitu berdasarkan dalil, tidak bisa dibuat-buat atau direka-reka.Mencium hajar aswad termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Kenapa mencium hajar aswad? Alasannya mudah, karena ingin mengikuti ajaran Rasul. Karena seandainya Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tidak melakukannya, maka tentu kaum muslimin tidak melakukannya.Para sahabat begitu semangat melaksanakan setiap ajaran Rasul.Yang mendatangkan manfaat danmudhorot hanyalah Allah. Hajar aswad hanyalah batu biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa.Segala sesuatu selain Allah tidak dapat memberikan manfaat atau bahaya walau ia adalah sesuatu yang diagung-agungkan.

Catatan:

Perlu sekali dijaga niat saat mencium batu Hajar Aswad. Karena ada yang mencium Hajar Aswad cuma karena ingin dipuji orang bahwa dia telah mencium batu yang mulia. Padahal seharusnya yang jadi niatan adalah ikhlas dan karena ikut tuntunan baginda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sunday, 28 June 2015

Inikah Yang Kalian Sebut Bahwa Islam Itu Teroris???


Dalam SEJARAH dunia, Banyak Manusia yang Tidak Berdosa telah menjadi Korban Pembunuhan secara BRUTAL, Diantaranya Oleh :

1) "Hitler"
Apakah Anda tahu siapa dia ?!!
Dia adalah seorang Kristen, namun media tidak akan pernah memanggil dia dengan nama TERORIS Kristen

2) "Joseph Stalin disebut sebagai Paman Joe".
Dia telah membunuh 20 juta manusia termasuk 14,5 juta yang mati kelaparan.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!

3) "Mao Tse Tsung (Cina)"
Dia telah membunuh 14-20 juta manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!

4) "Benito Mussolini (Italia)"
Dia telah membunuh 400 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!



5) "Ashoka" Dalam Kalinga Pertempuran
Dia telah membunuh 100 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!

6) Embargo yang dimasukkan oleh George Bush di Irak,
1/2 juta anak telah tewas di Irak saja !!!

Bayangkan !!!
Mereka diatas TIDAK PERNAH disebut TERORIS oleh media.

Mengapa Hari ini sebagian besar non-muslim takut dengan mendengar kata-kata "JIHAD".

Jihad adalah kata Arab yang berasal dari akar kata bahasa Arab "jahada" yang berarti "BERJUANG" atau "BERSUNGGUH-SUNGGUH" melawan kejahatan dan ketidak adilan.

Itu tidak berarti membunuh orang tidak berdosa.

Perbedaannya adalah kita berdiri MELAWAN KEJAHATAN, bukan dengan kejahatan ".

Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah ???
Coba Renungkan dan Fikir baik baik ....

1. Pertama Perang Dunia, 17 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)

2. Kedua Perang Dunia, 50-55 Juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )

3. Nagasaki bom atom 200.000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )

4. Perang di Vietnam, lebih dari 5 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)

5. Perang di Bosnia / Kosovo, lebih 5,00,000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)

6. Perang di Irak (sejauh ini) 12.000.000 kematian
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)

7. Afghanistan, Irak, Palestina, Burma dll
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)

8. Di Kamboja 1975-1979, hampir 3 juta kematian
(disebabkan oleh NON-MUSLIM).

"ORANG MUSLIM BUKANLAH TERORIS DAN TERORIS BUKANLAH ORANG MUSLIM. "

TERORIS SESUNGGUHNYA ADALAH APA YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS

Hapus standar ganda Legalitas Pembunuhan atas nama TERORIS

Silakan berbagi sebanyak yang Anda bisa

Saturday, 7 March 2015

Tata-Cara Dan Bacaan Shalat Jenazah

Tata-Cara Dan Bacaan Shalat Jenazah

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Telah disepakati oleh Imam-imam ahli fikih bahwa menyalatkan mayat itu hukumnya fardhu kifayah, berdasarkan perintah dari Rasulullah saw. dan perhatian kaum Muslimin dalam menepatinya. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari AbuHurairah r.a.: “Bahwa seorang laki-laki yang meninggal dalam keadaan berutang disampaikan beritanya kepada Nabi saw. Maka Nabi akan menanyakan apakah ia ada meninggalkan kelebihan buat membayar utangnya, jika dikatakan orang bahwa ia ada meninggalkan harta untuk pembayarnya, maka beliau akan menyalatkan mayat itu, jika tidak, beliau akan memesankan kepada kaum Muslimin: “Shalatkanlah teman sejawatmu’.”

Keutamaan Shalat Jenazah

  1. Diriwayatkan oleh Jama’ah dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa mengiringkan jenazan dan turut menyalatkannya, ia akan beroleh pahala sebesar satu qirath (kira-kira 1/16 dirham-pen.) dan barang siapa mengiringkannya sampai selesai penyelenggaraannya, ia akan beroleh dua qirath, yang terkecil – atau katanya salah satu – diantaranya, beratnya seperti Gunung Uhud.”
  2. Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Khabbab r.a, bahwa ia menanyakan kepada Abdullah bin Umar, apakah Ibnu Umar pernah mendengar apa kata Abu Hurairah yaitu bahwa ia telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang turut keluar bersama jenazah dari rumahnya, menyalatkannya lalu mengiringkannya sampai dimakamkan, ia akan beroleh pahala sebesar dua qirath, yang berat masing-masingnya adalah seperti Gunung Uhud, Dan siapa yang hanya menyalatkannya, ia akan beroleh pahala seberat Dgunung Uhud.”  Maka Ibnu Umar pun mengutus Khabbab menemui ‘Aisyah r.a. buat menanyakan ucapan Abu Hurairah tersebut, dan disuruhnya kembali buat menyampaikan bagaimana hasilnya. Kata Khabbab kemudian : “Menurut ‘Aisyah, benarlah apa  yang dikatakan Abu Huraiarah itu,” Ulas Umar: “Sungguh, selama ini kita telah mengabaikan pahala berqirath-qirath banyaknya!”

Syarat-Syarat Shalat Jenazah

Shalat jenazah termasuk dalam ibadah shalat, maka disyaratkan padanya syarat-syarat yang telah diwajibkan pada shalat-shalat fardhu lainnya, baik berupa kesucian yang sempurna dan bersih dari hadats besar maupun kecil, menghadap kiblat dan menutup aurat.  Diriwayatkan dari Nafi’ oleh Malik bahwa Abdullah bin Umar r.a. mengatakan: “Tidak boleh seseorang menyalatkan jenazah kecuali dalam keadaan suci.” Hanya perbedaannya dengan shalat-shalat fardhu adalah mengenai waktu. karena pada shalt jenazah ini tidaklah disyaratkan, tetapi ia dapat dilakukan pada sembarang waktu bila ada jenazah, bahkan menurut golongan Hanafi dan Syafi’i, walau pada waktu-waktu terlarang sekalipun.

Kaifiat Atau Tata Cara Shalat Jenazah

  • Berdiri lurus dan berniat menyalatkan jenazah di depannya,
  • Lalu mengangkat kedua belah tangan sambil membaca takbiratul ikhram. Kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. 
  • Membaca Al-Fatihah, 
  • Setelah itu membaca takbir lagi dan membaca shalawat Nabi.
  • Lalu takbir ketiga dan berdo’a untuk jenazah.
  • Kemudian takbir keempat dan berdoa lagi. 
  • Salam.

Tempat Berdiri Imam Terhadap Mayat Pria Dan Wanita

Menurut sunnah hendaklah imam itu berdiri setentang kepala jenazah laki-laki dan setentang pinggang perempuan. Berdasarkan hadits dari Anas. r.a.:Bahwa ia – Anas – menyalatkan jenazah laki-laki, maka ia berdiri dekat kepalanya. Setelah jenazah itu diangkat, lalu dibawa jenazah wanita, maka dishalatkannya pula dengan berdiri dekat pinggannggnya. Lalu ditanyakan orang kepadanya: ‘Begomolaj cara Rasiulullah saw. menyalatkan jenazah, yaitu bila laki-laki berdiri di tempat seperti Anda berdiri itu, dan jika wanita juga seperti Anda lakukan’? ‘Benar’ ujar Anas.”

Rukun-Rukun Shalat Jenazah

Shalat jenazah mempunyai rukun-rukun yang mewujudkan hakikatnya, hingga bila salah satu diantaranya tidak dipenuhi, maka ia batal dan tidak dianggap oleh syara’, Kita sebutkan seperti berikut:
  1. Berniat. Ikhlas karena Allah Ta’ala, tempatnya dalam hati, dan mengucapkannya tidaklah disyari’atkan.
  2. Berdiri bagi yang kuasa. 
  3. Empat kali takbir. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir r.a.: “Bahwa Nabi saw. menyalatkan Najasi (Raja habsyi), maka beliau membaca takbir empat kali.” Soal mengangkat kedua tangan waktu takbir: menurut sunnah tidaklah diangkat kedua tangan pada shalat jenazah, kecuali waktu takbir pertama saja. Karena tidak diterima keterangan bahwa Nabi saw. mengangkat tangannya waktu takbir-takbir shalat jenazah kecuali waktu takbir pertama saja.
  4. Membaca Al-Fatihah dan Shalawat nabi secara sir (bisik-bisik).Berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Syafi’i dalam musnadnya dari Abu Umamah bin Sahl, bahwa salah seorang laki-laki sahabat Nabi saw. menyampaikan padanya: “Bahwa menurut sunnah, dalam shalat jenazah itu hendaklah imam membaca takbir, kemudian setelah takbir pertama itu hendaklah ia membaca Al-Fatihah secara bisik-bisik, lalu membaca shalawat Nabi saw, dan setelah itu pada takbir-takbir berikutnya hendaklah ia membacakan doa bagi jenazah tanpa membaca apa-apa lagi, kemudian memberi salam dengan berbisik-bisik.” Ucapan shalawat dan salam atas Nabi itu bisa dengan kalimat manapun. Dan seandainya seseorang mengucapkan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”  maka itu sudah cukup. Tetapi mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi saw. adalah lebih utama, seperti: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ Dan shalawat Nabi ini dibaca setelah takbir kedua sebagaimana tampak pada lahirnya, walaupun tak ada keterangan yang tegas yang menentukan tempat membcanya itu.
  5. Berdoa. Ini juga merupakan rukun berdasarkan kesepakatan para fukaha, berdasarkan sabda Rasulullah saw.: “Jika kamu menyalatkan jenazah, maka berdoalah untuknya dengan tulus ikhlas!” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Baihaqi, juga oleh Ibnu Hibban yang menyatakan sahnya). Dan doa itu telah dianggap terlaksana walaupun hanya secara singkat. Tetapi disunatkan mengucapkan salah satu dari doa-doa berikut yang berasal dari Nabi saw. : Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits yang diterima dari 'Aut bin Malik, katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. bersabda - yakni ketika ia menyalatkan jenazah: 
     اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
    Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” Diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. menyalatkan jenazah, maka sabdanya waktu berdoa: 
    " Ya Allah, berilah keampunan bagi kami, baik yang hidup maupun yang mati. yang kecil atau yang besar, laki-laki atau perempuan, yang hadir maupun yang sedang bepergian. Ya Allah, siapa-siapa yang Engkau hidupkan, hidupkanlah dalam keislaman, dan siapa-siapa yang Engkau wafatkan, mohon diwafatkan dalam keislaman! Ya Allah, janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya, dan janganlah kami disesatkan sepeninggalnya ! (Riwayat Ahmad dan Ash-Habus-Sunan).
  6. Doa setelah takbir keempat. Disunatkan berdoa setelah takbir keempat, walaupun seseorang telah berdoa setelah takbir ketiga. Berdasarkan apa yang telah diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah bin Abi Aufa: “Bahwa purti Abdullah bin Aufa meninggal dunia, maka dishalatkannya dengan membaca empat kali takbir, kemudian setelah takbir keempat ia masih berdiri selam kira-kira antar dua takbir, membaca doa. Kemudian katanya: ‘Rasulullah saw. biasa melakukan seperti ini terhadap jenazah’.” Menurut Syafi’i, hendaklah dibaca :اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ
     ‘Allahumma la tahrimina ajrahu wala taftinna ba’dahu’(Ya Allah, janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya, dan hindarkanlah fitnah dari kami sepeninggalnya).” Dan menurut Abu Hurairah r.a.: “Orang-orang dulu biasanya membaca: ‘رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  اللهم  Allahumma rabbana atina fid-dunya hasanah wafil akhirati hasana waqina ‘adzabannar’ (Ya Allah Tuhan kami, berilah kami di dunia ini kebaikan dan juga di akhirat, dan lindungilah kiranya kami dari siksa neraka).” 
    Jika mayit anak-anak doanya adalah:
    اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا
    وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا
    وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ
    وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ
    Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
    wa’idhotaw wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma
    wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu
    wa laa tahrim humaa ajrahu

    Artinya:
    “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”
  7. Memberi salam.

Sunah-Sunah Dalam Shalat jenazah

  • Membentuk tiga shaf dan berbaris lurus. Diriwayatkan oleh Malik bin Hubairah, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak seorang Mukmin pun yang meninggal, kemudian dishalatkan oleh umat Islam yang banyaknya sampai tiga shaf, kecuali akan diampuni dosanya.”  - Oleh sebab itu Malik bin Hubairah selalu berusaha membentuk tiga shaf, jika jumlah orang yang shalat jenazah itu tidak banyak.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah juga oleh Turmudzi yang menyatakannya hasan, serta oleh Hakim yang menyatakannya shahih).
  • Disunatkan banyaknya pengikut. Diterima dari ‘Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Tidak satu mayatpun yang dishalatkan oleh jema’ah Muslimin yang banyaknya mencapai seratus orang, dan semua mendoakannya dengn tulus ikhlas, kecuali akan dikabulkan doa mereka terhadapnya.” (H.R. Ahmad, Muslim dan Turmudzi).
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat.
 
Sumber:  Fikih Sunnah 4. Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan

Like Button

Like Box